Damaskus - Korban tewas akibat serangan bom di dekat Damaskus, Suriah bertambah menjadi 120 orang. Serangan yang diklaim militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ini, tercatat sebagai serangan paling mematikan di Suriah.
Disampaikan Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir AFP, Senin (22/2/2016), sedikitnya 90 korban tewas di antaranya merupakan warga sipil. Ledakan yang dipicu bom bunuh diri ini mengguncang di dekat kuil Syiah di wilayah Sayyida Zeinab, pada Minggu (21/2) waktu setempat.
Menurut Observatory, warga sipil yang menjadi korban tewas termasuk orang-orang yang tengah mengungsi akibat konflik Suriah yang sudah berlangsung selama 5 tahun terakhir. Sedangkan puluhan korban tewas lainnya, lanjut Observatory, merupakan anggota pasukan pro-rezim Presiden Bashar al-Assad.
Direktur Observatory, Rami Abdel Rahman, menyebut serangan bom oleh ISIS ini sebagai serangan paling mematikan sejak konflik Suriah pecah pada tahun 2011 lalu. Serangan bom ini memicu kecaman keras dari utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura.
Serangan paling mematikan sebelum serangan bom ISIS pada Minggu (21/2), dilakukan oleh militan jaringan Al-Qaeda di Suriah pada Mei 2012 lalu di dekat Damaskus. Serangan itu menewaskan 112 orang.
Dituturkan seorang reporter AFP di lokasi kejadian, bahwa ledakan ini terjadi di lokasi yang berjarak hanya 400 meter dari kuil Syiah yang menjadi tempat makam cucu perempuan Nabi Mohammad. Serangan bom juga melanda area yang sama pada Januari lalu dan juga diklaim oleh ISIS, menewaskan 70 orang.
0 comments:
Post a Comment