Friday, March 11, 2016

#1:berita Medan Makin Macet, Pemkot Siapkan Tiga Moda Transportasi Massal

cheap reseller hosting - #1:berita Medan Makin Macet, Pemkot Siapkan Tiga Moda Transportasi Massal
Bisnis.com, MEDAN--Untuk mengantisipasi kemacetan, Pemerintah Kota Medan tengah menyiapkan kendaraan massal untuk mengantisipasi peningkatan volume kapasitas kendaraan hingga 200%.

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengungkapkan, volume kendaraan per jam telah mengalami
peningkatan hingga 200%.

Dia mencontohkan, selama sejam, total kendaraan yang melintas seharusnya 1.000 unit, tetapi kondisi yang terjadi sudah mencapai 2.000 unit.

"Hal inilah yang diantisipasi dengan beberapa pendekatan, dengan menyiapkan kendaraan massal, Land Rapid Transport (LRT), Mass Rapid Transport (MRT), dan bus rapid transport (BRT). Kesemuanya tetap akan mendapatkan subsidi dari pemerintah," katanya dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Sementara itu, Wali Kota Medan T. Dzulmi Eldin mengungkapkan, akan meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, seperti pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), KK dan akta kelahiran.

Dalam pelaksanaannya, selama ini administrasi itu terfokus di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sehingga dalam proses pelaksanaannya panjang dan memakan waktu cukup lama.

"Saya akan mengubah alur pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan, yang lebih cepat, mudah dan gratis."

Tak hanya itu, Eldin juga memaparkan kondisi ruas jalan Kota Medan yang cukup sering digenangi air.

Dia mengungkapkan bahwa pemerintah baru saat ini memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki setiap saluran drainase yang tertutup harus memiliki lubang inlet.

Menurutnya, genangan air pada ruas jalan disebabkan sendimentasi saluran drainase, sehingga diperlukan normalisasi dengan cara yang benar.

Dia menilai selama ini cukup banyak proses normalisasi yang berjalan dengan tidak sesuai, seperti penyempitan saluran drainase ketika dinding drainase dilakukan perbaikan.

Kemudian, saluran drainase di Kota Medan yang tidak terhubung.

Dia mencontohkan, saluran drainase di Jalan Bilal, sebelum dibuang ke sungai harus melewati Jalan Krakatau, Sidorukun sampai akhirnya ke sungai yang ada di Jalan Bayangkara.

Menurutnya, penyaluran air pada saluran drainasedi Kota Medan perlu dipersingkat.

0 comments:

Post a Comment